Blog resmi MASJID BAITURRAHIIM Rt 04 Rw 04 Kel. Ledeng Kec. Cidadap Kota Bandung, blog ini merupakan sarana untuk berbagi informasi dan mempererat tali silaturahmi sesama muslim khususnya jamaah masjid Baiturrahim

HAKEKAT TAUBAT edisi 42


Saudaraku…
Bertaubat merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang semurni-murninya)” (QS. at-Tahriim: 8).
Allah juga berfirman, artinya, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS. an-Nur: 31).
Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari” (HR.Muslim, no.2702).
Makna Taubat
Asal makna taubat adalah “ar-ruju’ min adz-dzanbi” (kembali dari kesalahan dan dosa kepada kebenaran dan ketaatan). Adapun taubat nasuha yaitu taubat yang ikhlas, taubat yang jujur, taubat yang benar, dan taubat yang tidak diiringi lagi dengan keinginan berbuat dosa.
Hukum Taubat
Hukum asal sebuah perintah adalah wajib selama tidak ada dalil yang memalingkannya. Dengan demikian, taubat hukumnya adalah “wajib“. Ibnu Qudamah al-Maqdisi mengatakan, “Para ulama sepakat tentang wajibnya bertaubat, karena dosa-dosa itu membinasakan manusia dan menjauhkan manusia dari Allah. Oleh karena itu, wajib segera bertaubat” (Mukhtashar Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah al-Maqdisy)
Faedah Taubat
Saudaraku, –semoga Allah merahmati kalian– ketahuilah bahwa tidaklah Allah memerintahkan sesuatu melainkan ada faedah di balik perintah tersebut, termasuk perintah agar kita bertaubat kepada-Nya, yaitu:
1.Terhapusnya dosa
Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat (dari dosanya) seakan-akan ia tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah, no. 4250)
2. Kejelekan diganti dengan kebaikan

Allah berfirman, artinya, “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs. al-Furqan: 70)
3. Membawa keberuntungan
Allah berfirman, artinya, “Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung” (QS. al-Qashash: 67 )
4. Jalan menuju Surga
Allah berfirman, artinya, “Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun” (QS. Maryam: 60 )
5. Pembersihan Hati
Allah berfirman, artinya, “Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan)” (QS. at-Tahriim: 4)
6. Diberi kenikmatan yang baik
Allah berfirman, artinya, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan …” (QS. Huud: 3 )
7. Mendapat kecintaan Allah
Allah berfirman, artinya, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”(Qs. al-Baqarah: 222)
Waktu Taubat
Taubat hendaknya dilakukan sesegera mungkin setelah seseorang melakukan dosa. Imam an-Nawawi mengatakan, “Para ulama telah sepakat bahwa bertaubat dari seluruh perbuatan maksiat adalah wajib. Wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda, baik dosa tersebut adalah dosa kecil maupun dosa besar.” (Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawi ).
Taubat bisa dilakukan siang ataupun malam, selama matahari masih terbit dari timur dan nyawa belum sampai di kerongkongan.
Allah berfirman, artinya, “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang’. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran, bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih” (QS. an-Nisa: 18)
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah selalu membuka tangan-Nya di waktu malam untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di siang hari. Dan Allah membuka tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kesalahan di malam hari. Begitulah, hingga mata hari terbit dari barat” (HR. Muslim, no.2759).
Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruhnya) belum sampai di kerongkongan” (HR. at-Tirmidzi, no.3537)
Syarat-Syarat Taubat
Saat Anda hendak melaksanakan shalat Anda harus memenuhi beberapa syarat, seperti: suci badan, pakaian dan tempat, telah masuk waktu, menutup aurat dll. Anda juga harus ikhlash karena Allah semata dan sesuai petunjuk Nabi Muhammad. Supaya shalat Anda diterima Allah bukan?!. Demikian pula halnya dengan taubat. Agar taubat seseorang diterima Allah, maka harus memenuhi syarat-syaratnya.
Para ulama mengatakan, syarat taubat yaitu :
1. Ikhlash karena Allah semata.
2. Berhenti dan berlepas diri dari perbuatan dosa dan maksiat yang ia lakukan.
3. Menyesali perbuatan dosanya tersebut.
4. Bertekad tidak akan mengulangi perbuatan dosanya tersebut.
5. Melakukan taubat sesuai waktu diterimanya taubat (sebelum ruh berada di kerongkongan (sakaratul maut) atau sebelum matahari terbit dari barat)
6. Meminta keridhaan atau mengembalikan hak, jika dosa tersebut ada kaitan dengan hak orang lain. Misalnya, mengambil harta orang lain dengan cara yang batil, maka harus dikembalikan kepada orang yang berhak atas harta tersebut. Jika dosa berupa tuduhan jahat, maka harus meminta maaf kepada orang yang ia tuduh tersebut.
Kita mohon taufik kepada Allah agar Dia menghindarkan kita dari berbuat dosa dan memberikan hidayah untuk bertaubat kepada-Nya, kembali kepada jalan-Nya yang lurus tatkala kita terjatuh ke dalam lembah dosa. Amin...
Akhirnya, kita tutup bahasan ini dengan firman Allah, yang artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 133 )
Allah juga berfirman, artinya, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. az-Zumar: 53)
Wallahu ‘alam bish shawab (Redaksi) www.alsofwah.or.id


Labels: Allah, materi, saudaraku, taubat

Thanks for reading HAKEKAT TAUBAT edisi 42. Please share...!

0 Comment for "HAKEKAT TAUBAT edisi 42"

Back To Top