Blog resmi MASJID BAITURRAHIIM Rt 04 Rw 04 Kel. Ledeng Kec. Cidadap Kota Bandung, blog ini merupakan sarana untuk berbagi informasi dan mempererat tali silaturahmi sesama muslim khususnya jamaah masjid Baiturrahim

MENJAGA NILAI RAMADHAN MENUJU KESHALIHAN BERSAMA

Khutbah iedul fitri  14331 Syawal  Rw 04 Ledeng kota Bandung
Yahya Cahyana ,SPd.I*

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ ، نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ،
وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ
لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ
، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ
نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً
كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ
وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً
سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
وَمَنْ يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  .
أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ
عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد
ٌمَجِيْدٌ
Kaum Muslimin jamaah sholat ied yang berbahagia pada hari ini umat Islam di seluruh dunia merayakan kemenangannya. Gema Takbir, tahlil dan tahmid berkumandang dimana-mana, diseluruh jagad raya alam semesta ini, bersatu padu dalam irama membesarkan Allah memuji dan mensucikan-Nya, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah anugrahkan, terutama dapat meraih kemenangan
Di hari yang berbahagia ini oleh karenanya wajib bagi kita untuk bersyukur kepada Allah Rabb semesta alam yang telah menganugerahkan pada kita nikmat yang luar biasa dan tiada tara.
Pertama, nikmat dibertemukannya dengan bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan 1433 H, Kedua, kita diberi kekuatan dan kemampuan untuk menjalankan ibadah selama ramadhan dengan sebaik-baiknya.

  Hadirin jamaah yang di muliakan Allah
      Di bulan Ramadhan kita semua merasa sangat bahagia, tak terasa berlinang air mata, mengingat akan kealpaan, dosa, kelalaian, dan kemaksiatan diri. Inilah bulan tempat kita berkaca dan memperbaiki diri. Inilah bulan penuh ampunan. Ampunan atas seluruh dosa kita sebelumnya, sehingga bagi yang diterima segala amal sholehnya dan kita berharap termasuk didalamnya, maka pada dari ini bagaikan manusia yang terlahir kembali, Rasulullah saw bersabda:
إن الله فرض عليكم صيام رمضان وسننت قيامه فمن صامه وقيامه احتسابا خرج
من الذنوب كيوم ولدته أمه

Sesungguhnya Allah mewajibkan atas kalian puasa Ramadhan dan aku mensunahkan qiyam di malam harinya, maka barang siapa yang berpuasa dan melakukan qiyam karena mengharap ridho Allah maka keluarlah dosanya (suci) sebagaimana seperti saat ia baru lahir dari kandungan ibunya (HR Tirmidzi)
Subhanallah, Allahu Akbar 3x
    Ada getar keharuan dalam hati kita. Ramadhan yang penuh berkah, berlimpah rahmat, dan ampunan Allah, telah meninggalkan kita. Akankah kita bertemu dengan Ramadhan berikutnya? Wallahu a’lam. Kita tidak tahu.


    Tapi ada pertanyaan penting yang perlu kita tanyakan kepada diri kita. Apa yang kita dapatkan melalui puasa kita sepanjang bulan Ramadhan kemarin ? Sudahkah Membuat kita menjadi makin bertaqwa, sebagai mana tujuan syariat shaum tersebut supaya kamu bertaqwa? Namun mengapa semua itu belum memperbaiki kondisi masyarakat dan umat disekitar kita ? kemiskinan tetap merajalela, korupsi makin menggila, berbagai kemungkaran dan kemaksiatan masih bertebaran, penindasan tak kunjung reda, kerusakan moral makin merajalela.
     Lihatlah apa yang terjadi disekeliling kita. Hidup terasa semakin berat. Beban ekonomi dan sosial seolah tak tertahankan. Sementara segelintir orang bergelimang dalam kemewahan. Dengarlah pula jerit tangis saudara-saudara kita seiman di Rohingya, diSuriah, dan juga negri-negri kaum Muslimin yang lainnya mereka di usir dibantai di rumah mereka sendiri, mungkin banyak diantara mereka yang tidak merasakan nikmatnya Ramadhan dan iedulfitri sebagaimana yang kita rasakan.
 Ingatlah Wahai Saudaraku!
Meraka melewati bulan Ramadhan ditengah ancaman sencata para kafirin yang terlaknat dan sekutunya, tanpa henti hentinya mereka terus menumpahkan darah, melecehkan kehormatan kaum muslimah mengusir dan merampas kekayaan kaum muslimin. Kita berharap semoga Allah menolong dan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin seluruhnya…..Aamin

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
 
Sebagai mana kita fahami bahwa tidak ada ajaran Islam yang memperintahkan kita wajib mentaati Allah da Rasul-Nya hanya di bulan Ramadhan. Setelah itu kita kembali berbuat dosa dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baik selama bulan Ramadhan. Ramadhan seharusnya menjadi titik tolak kembali ke fitrah sejati. Dari Ramadhan kita bangun komitmen ketaatan seumur hidup seperti ketaatan selama Ramadhan.
     Maka Istiqomah untuk melestarikan kehidupan dibulan Ramadhan menjadi tugas kita bersama. Jika dibulan Ramadhan kita ringan untuk sholat tarawih, membaca Al-Qur’an dan puasa di siang harinya, maka kebiasaan tersebut kita teruskan setelah Ramadhan. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:


إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا
تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ
أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ
فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ



“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “Tuhan kami adalah Allah” kemudian Istiqomah dalam keyakinan tersebut, maka malaikat akan turun kepada meeka dengan mengatakan: “janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih: dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah di janjikan Allah kepadamu.” Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; didalamnya kanu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta (QS Fushilaat: 30-31)
juga sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya
oled seseorang:

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي قَالَ قُلْتُ يَا رَسُوْلُ
اللهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا
غَيْرَكَ قَالَ قُلْ أَمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ (روه مسلم )



Dari Abi Amr atau Umroh Sofyan bin Abdilah telah berkata : Aku bertanya, “wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, sesuatu perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang lain selain kepadamu”’ Rasulullah menjawab: “katakanlah, Aku berfirman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah .” (HR. Muslim)
     Demikianah setiap tahun kita menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh semangat siang dan malam: siangnya kita berpuasa, malamnya kita tegakan sholat tarawih, tetapi akankah nuansa ketaatan itu akan bertahan terus seumur hidup kita ? atau ternyata itu hanya untuk Ramadhan saja? Berapa banyak orang Islam yang selama Ramadhan rajin ke Masjid, tapi begitu Ramadhan habis, seakan tidak kenal masjid lagi. Berapa banyak orang Islam selama Ramadhan rajin membaca Al-Qur’an, tapi begitu Ramadhan selesai, Al-Qur’an dilupakan begitu saja.

Allahu Akbar Allahu Akbar  Allahu Akabar Walillahhii hamd
     Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah SWT, paling tidak, ada beberapa hal yang bisa kita petik dari ibadah puasa selama Ramadhan kemarin. Diantaranya adalah :
Pertama, Mengendalikan nafsu dari maksiat. Pada bulan Ramadhan kita telah dilatih Allah SWT untuk mengendalikan nafsu, kita tidak makan, minum, dan berbagai hal yang sebenarnya halal tapi bisa membatalkan puasa. Maka, setelah Ramadhan kita harus mampu untuk  mengendalikan nafsu dari hal-hal yang diharamkan Allah SWT. Seseorang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya hakikatnya menyerupai binatang. Ia akan berbuat apa saja sekehendaknya tanpa memperhatikan aturan yang ditentukan Allah Swt. Karena memang binatang tidak diberikan pikiran untuk menimbang baik buruk, Allah SWT berfirman tetang orang-orang yang tidak bisa mengendalikan nafsunya:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا
لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا
يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ
ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ
dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mu’min, Apabila Allah dan rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rosul-Nya, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al-Ahzab:36)
    Dalam sejarah banyak contoh kaum terdahulu yang sombong, tidak mau taat pada Allah, karenanya mereka menolak ajakan para rasul. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang dengan terang-terangan membunuhNabi-nabi Allah. Semua itu Allah hancurkan. Allah tidak pernah gentar dengan kekuatan apapun dari makhluk-Nya. Dan  Allah tidak pernah takut akibat apapun yang akan terjadi ketika ‘’menimpakan azab kepada mereka. Perhatikan apa yang telah Allah timpakan kaum ‘Aad, Tsamud dan Fir’aun serta umat Nabi Nuh.
    Maka, tidak ada jalan bagi suatu  masyarakat yang mendapatkan
kesuksesan kecuali bersungguh-sungguh ikut apa kata Allah. Dan tidak mungkin suatu masyarakat menjadi masyarakat yang bahagia kecuali dengan mentaati Allah dan rosul-Nya.
    ketiga, Meninggalkan dosa-dosa dan kemaksiatan. Ramadhan adalah bulan perjuangan menjauhi dosa-dosa. Kita telah berhasil membuktikan selama Ramadhan untuk meninggalkan segala bentuk dosa dan kemaksiatan. Bahkan kita berusaha menjauhi sekecil apapun perbuatan yang sia-sia. Sia-sia artinya tidak mengandung nilai pahala sama sekali. Kita berusaha secara maksimal untuk menjadikan setiap detik yang kita lewati memberikan makna dan menjadi ibadah kepada Allah SWT. Setiap saat lidah kita basah dengan dzikir, jauh dari pembicaraan dusta dan
kebohongan. Pandangan kita selalu tertuju kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan terjaga dari segala hal. Langkah senantiasa terhantar menuju masjid. Tangan kita banyak memberikan sedekah dan seterusnya.
    Masyarakat yang jauh dari dosa-dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang berkah. Sebaliknya masyarakat yang penuh dengan dosa-dosa dan kemaksiatan adalah masyarakat yang penuh dengan penyakit dan masalah sosial. Maka ia tidak produktif dan bahkan tidak bisa diharapkan darinya kebaikan. Mudah-mudahan masyarakat kita dijadikan hamba-hamba-Nya yang tetap istiqamah dalam keshalihan sampai akhir hayat kita . Amien.

أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ
عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ ، ٌ وَبَارِكْ عَلىَ
مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْد
   
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ
قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ
عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْن

اللَهم اْنصُرْ عِبَادَكَ الْمَظْلُوْمِيْنَ في راهني  و شري و فلسطين
وفي العراق وفِى كُلِّ بُقْعَةِ أَرْضِكَ فِيْهَا نَفْسٌ مُؤْمِنَةٌ
اللهم وَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ  عليهم  وَاكْتُبِ الشَّهَادَةَ عَلَى
مَوْتَاهُمْ وَاغْفِرلَنَا وَلَهُمْ وَثَبِّتْ قُلُوْبُنَا وَإِيَّاهُمْ
على دِيْنِكَ

{تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائزين
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Semoga Allah menerima Amal ibadah kita semua, semoga kita kembalimenjadi fitrah  dan meraih kesuksesan. Dan semoga setiap tahun kita selalu dalam  kebaikan.

*Kepala MTs Al Qur’an al amanah Full dayy& Boarding School Lembang
Labels: materi

Thanks for reading MENJAGA NILAI RAMADHAN MENUJU KESHALIHAN BERSAMA. Please share...!

1 Comment for "MENJAGA NILAI RAMADHAN MENUJU KESHALIHAN BERSAMA"

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan-kenimatan kepada hamba-hamba-Nya dan memberikan hari raya Idul Fitri untuk kaum muslimin setelah selesai melaksanakan kewajiban ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Yaitu hari raya yang ditandai dengan membayar zakat fitri untuk memberi makan kaum miskin dan juga membersihkan orang yang puasa dari kata-kata kotor dan keji.
Semoga Allah mengabulkan harapan hamba-Nya yang lemah ini, dan memberikan keberkahan di dunia dan akherat bagi kita semua yang mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan taat dan konsekuen. Amien ya Rabbal ‘alamien. Sehingga hari raya Idul Fitri ini benar-benar menjadi keberkahan yang dilanjutkan dengan terhindarnya ummat Islam ini dari aneka kedhaliman dan penjerumusan yang membahayakan.

Hanya kepada Allah lah kami menyembah, dan hanya kepada-Nya kami minta pertolongan.

Back To Top