Blog resmi MASJID BAITURRAHIIM Rt 04 Rw 04 Kel. Ledeng Kec. Cidadap Kota Bandung, blog ini merupakan sarana untuk berbagi informasi dan mempererat tali silaturahmi sesama muslim khususnya jamaah masjid Baiturrahim

tETANGGA YANG BERETIKA DAN YANG TERCELA


Fulanah, beberapakali mengeluh merasa tidak betah di rumah. Alasannya bukan karena rumahnya yang sempit dan pengap, bukan juga akibat keluarganya yang rewel. Satu-satunya alasan yang disampaikan adalah tetangganya jelek abis..! Selain (katanya) suka ngomongin dirinya ke banyak orang, tetangganya yang satu ini tahu saja rahasia keluarganya dari A sampai Z, padahal sebenarnya si Fulanah inilah yang punya hobi ngerumpi inilah yang punya hobi ngerumpi menyebarkan berita yang sudah diputarbalikan. Mudharatnya ibarat gayung bersambut-penyebaran berita bohong ini diteruskan oleh tetangga lainnya. Mau tau sebabnya? Fulanah ini setelah”diperiksa”didiagnosa stress abiss, ditambah lagi dia belum mengerti bagaimana mestinya hidup bertetangga.

TETANGGA, WASIAT DARI  ALLAH
Semua berharap punya tetangga yang baik dan tidak neko-neko. Sementara kebanyakan orang terlihat sulit menjadi tetangga yang baik. Padahal berlaku baik kepada tetangga merupakan wasiat agung dari langit ketujuh. Allah berpesan dengan firmannya-Nya
“..Dan berbuat baiklah kepada orang tua , karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh.”(An-nisa:36).
     Hal ini menunjukan betapa pentingnya berbuat baik kepada tetangga, sekaligus tingkat keutamaan menjadi tetangga yang baik. Tetangga dalam kaca mata Islam mempunyai kedudukan yang mulia.
MODEL TETANGGA
     Adalah jarak dengan pintu rumah. Semakin jauh  dari pintu rumah, semakin jauh sifat ketetanggaannya, semakin dekat jarak dengan pintu rumah semakin dekat sifat ketetanggaannya,  Jarak ini menetukan terhadap hak bertetangga, semakin dekat jarak pintunya semakin besak haq bertetangganya, demikian sebaliknya Rasulullah saw pernah menjelaskan hal ini saat menjawab pertanyaan istrinya.
  “Dari Aisyah, berkata,”Aku pernah bertanya kepada Rasulullah,”Wahai Rasulullah aku mempunyai dua tetangga kepada siapakah aku berikan hadiah?” Jawab Rasulullah,”Kepada yang pintunya paling dekat darimu!”(Riwayat Al Bukhari).
     Secara fitrah dan logika sehat jawab Rasulullkah tersebut bisa diterima bukankah tetangga dekat yang paling tahu terjadi di rumah kita? Kapan ada tamu, kapan ada pembagian hadiah, misalnya, merekalah yang paling”bisa mengawasi” pengutamaan mereka ini tentu bisa menutup fitnah lebih rapat, di samping juga karena tetangga terdekat adalah”kerabat” terdekat yang paling siap memberi respon.
     Disamping itu bisa juga dibagi secara kualitas. Sebenarnya tanpa di bagipun manusia akan otomatis terbagi menjadi dua, baik dan buruk, Begitupun tetangga ada yang baik tidak sedikit  yang buruk. Tentu dambaan setiap orang untuk mempunyai tetangga yang baik, karena hal ini termasuk salah satu kunci kebahagiaan. “Termasuk kebahagian seorang muslim: tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang bagus.” (Riwayat Al-Bukhari, Shahih dalam Al-Adab).
     Tetangga yang baik adalah yang mau menunaikan hak-hak bertetangga dengan baik. Kepedulian untuk membantu kebutuhan tetangga, mengizinkan tanahnya terpakai, memberi hadiah, mudah memaafkan, menjaga rahasia dan aib tetangga, dan siap membantu adalah beberapa sifat tetangga yang baik.
     Sementara tetangga yang jelek adalah sebaliknya. Ini termasuk tetangga yang tercela. Misalnya membiarkan tetangganya kelaparan sementara dirinya makan berkecukupan, bahkan berlebihan atau menyakiti tetangga dengan lisan dan perbuatannya. Sikap demikian bukan sekadar tercela, bahkian menunjukan kerapuhan iman seseorang. Rasulullah saw bersabda,
“Bukanlah seorang mukmin, orang yang kekenyangan sementara tetangganya kelaparan”(Riwayat Al-Bukhari).
     Memang tidak mudah menemukan tetangga yang baik lebih-lebih di zaman yang nialai keiklasan semakain tergerus oleh peradaban paganism, jangankan orang awam, yang berilmu pun mendapatkan manfaat ilmunya sehingga mencelupnya menjadi tetangga yang baik.
Setan memang selalu membisikan kejelakan kepada semua lapisan orang. Keikhlasan pada Allah yang bisa membentengi diri. Ketika rasa ikhlas melayang, justru ilmu menjadi semir untuk menampakan kejelekan terkesan baik. Rasulullah saw member contoh doa menghadapi tetangga yang tercela,
Allahuma inni’ a’udzubika minjaarisu’fi daril maqamah, fa inna jaraddunya yatahawwalu.
“Wahai Allah aku berlindung kepada-Mu dari tetangga jelek di dunia ini, karena tetangga di dunia akan berubah! (Riwayat Ibnu Hibbah).
INTROSPEKSI
      Tetangga adalah asset berharga bagi seorang muslim, karena itu harus dipelihara dengan baik, tetangga adalah ladang amal yang begitu luas dan subur untuk menghasilkan panenan pahala yang melimpah. Muslim yang baik akan mengolah dan mengelola asset ini dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu seorang muslim akan mendapatkan manfaat yang luarrr biasa.
     Sebaliknya kalau asset itu di rusak, tidak dipelihara dengan baik maka akan mendatangkan bencana. Satu perilaku buruk, lisan terhadap tetangga yang tidak dipelihara, misalnya akan menghancurkan angan-angan kebaikan muslim. Rasulullah saw berpesan kepada setiap muslim,
“ada yang bertanya pada Rasulullah saw” wahai Rasulullah ada wanita yang rajin shalat malam, puasa di siang hari dan sedekah, tetapi suka menyakiti tetangga dengan lisannya.’ Rasulullah menjawab,’ tidak punya kebaikan, dia ahli neraka!’ Mereka bertanya lagi,’Kalau wanita yang sekedar shalat wajib, sedekahnya pun hanya dengan sepotong keju tapi tidak menyakiti seorang (tetangga) pun?’ Jawab beliau,”Dia termasuk ahli surga!’”(Riwayat Ahmad).
(Ustaz Abu Yahya, Majalah Nikah Vol 5)

MINUMAN KERAS
Allah swt berfirman tentang pngharaman miras.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, ( berkorban untuk ) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. 5:90-91)
Khamer dijelaskan dalam sebuah hadits, "Setiap yang memabukkan adalah  khamer,
dan setiap yang memabukkan adalah  haram". (HR. Muslim). Baik ia berupa minuman, pil, narkoba, suntikan, hisapan, dsb.
Perhatikan ayat diatas, pengharaman khamer disejajarkan dengan pengharaman berhala-berhala.
Bahkan Ibnu Abbas ra meriwayatkansatu hadits marfu', "barangsiapa yang meninggal sebagai peminum khamer, ia akan bertemu dengan Allah  SWT dalam keadaan seperti penyembah berhala". (HR. Thabrani, shahihul Jami', 6525)
Mudharat khamer sangatlah banyak, diantaranya:
¨ suatu kemaksiatan dan dosa besar yang sangat dibenci Allah  SWT dan RasulNya.
¨ merusak akal
¨ menghambur-hamburkan harta untuk suatu yang membawa mudharat
¨ melahirkan dosa-dosa lainnya, seperti: menganiaya, perkelahian, membunuh, berzina, dsb.Oleh karena itu khamer disebut ummul khabaits ( induk keburukan-keburukan)
¨ mengganggu ketentraman orang-orang disekitarnya.
Peringatan untuk peminum dan pecandu narkotika:
Þ tidak diterima shalatnya selama 40 hari dan jika ia mati masuk neraka. Naudzubillahi min dzalik  "Barangsiapa minum khamer dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama 40 pagi, dan jika ia meninggal ia masuk neraka. (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah SWT akan menerima taubatnya. Dan jika kembali lagi minum dan mabuk, maka shalatnya tidak diterima selama 40 pagi, dan jika ia meninggal ia masuk neraka. (tetapi) manakala ia bertaubat, Allah SWT akan menerima taubatnya. Dan jika ( masih) kembali  lagi (minum khamer) maka adalah hak Allah memberinya minum dari radghatul khabal pada hari kiamat " Mereka bertanya ,Wahai Rasulullah, apakah radghatul khabal itu ?" Beliau menjawab, "Cairan kotor(yang keluar dari tubuh ) penghuni neraka." (Hr.Ibnu Majah, Shahihul Jami':6313).
Þ  jika ia mati sebelum bertaubat diharamkan baginya surga. "tidak akan masuk surga orang yang durhaka pada orang tuanya dan peminum khamer". (HR. Ahmad, Nasa'i, al Hakim,dan ia berkata: shahih)
Þ tidaklah beriman orang yang meminum khamer pada saat ia meminumnya". (HR. Bukhari dan Muslim)….   Ustad Yahya

    




Labels: materi, Tetangga

Thanks for reading tETANGGA YANG BERETIKA DAN YANG TERCELA. Please share...!

0 Comment for "tETANGGA YANG BERETIKA DAN YANG TERCELA"

Back To Top